
Disbudpar Kota Batam – Semangat pelestarian budaya Melayu kembali bergema melalui penyelenggaraan Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 yang digelar di Lapangan Usman Harun, Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk. Kegiatan budaya tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-27 ini tidak hanya menjadi panggung ekspresi seni tradisional, tetapi juga wadah penguatan ekonomi kreatif dan identitas budaya masyarakat Batam.
Mengusung tema “Menyemai Benih Budaya, Memetik Ranggi Peradaban”, Kenduri Seni Melayu 2026 menghadirkan berbagai pertunjukan seni, bazar UMKM, serta atraksi budaya yang melibatkan seniman dan komunitas dari berbagai wilayah di Kota Batam.
Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, YM H. Raja Muhamad Amin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Melayu di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Menurutnya, rangkaian Jelang Kenduri Seni Melayu juga menjadi sarana pembinaan bagi sanggar-sanggar seni di tingkat kecamatan sebelum tampil pada puncak perhelatan yang akan mempertemukan seniman dan budayawan dari berbagai daerah maupun negara serumpun Melayu.
Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat disuguhkan beragam pertunjukan budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi Melayu. Mulai dari atraksi silat, pembacaan puisi, syair Gurindam Dua Belas, berbalas pantun, hingga pertunjukan musik tradisional yang mendapat sambutan hangat dari pengunjung.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah Sendra Tari Perkawinan Melayu yang dibawakan Sanggar Intan Baiduri binaan LAM Kecamatan Sungai Beduk. Pertunjukan tersebut menggambarkan prosesi adat perkawinan Melayu yang sarat makna dan nilai-nilai kebersamaan. Selain itu, Tari Dara Bertuah turut memukau penonton melalui kisah tentang generasi muda Melayu yang berupaya menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman.
Tidak hanya seni pertunjukan, Kenduri Seni Melayu tahun ini juga menghadirkan atraksi melukis langsung yang dilakukan oleh Komunitas Pelukis Batam. Berbagai karya bertema kehidupan masyarakat pesisir, tradisi adat, rumah Melayu, hingga aktivitas nelayan lahir dari kreativitas para perupa selama kegiatan berlangsung.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Samson Rambah Pasir, menjelaskan bahwa karya-karya tersebut akan menjadi dokumentasi visual yang merekam perjalanan dan perkembangan Kenduri Seni Melayu dari tahun ke tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperkuat ekosistem kebudayaan melalui berbagai program strategis. Salah satunya adalah rencana pembangunan Taman Budaya yang saat ini tengah memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Menurutnya, kehadiran Taman Budaya nantinya diharapkan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai komunitas serta paguyuban budaya di Kota Batam untuk berkarya dan berkolaborasi.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Kenduri Seni Melayu juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai produk kuliner khas Melayu, kerajinan tangan, serta produk kreatif lokal mendapat perhatian dari masyarakat yang memadati kawasan acara setiap malam.
Melalui penyelenggaraan Kenduri Seni Melayu 2026, Batam kembali menegaskan posisinya tidak hanya sebagai kota industri dan investasi, tetapi juga sebagai daerah yang terus menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan budaya Melayu sebagai identitas dan kekuatan peradaban bagi generasi mendatang.
Puncak Kenduri Seni Melayu 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, dengan melibatkan seniman, budayawan, dan sanggar seni dari berbagai daerah serta negara serumpun Melayu.