Atase Pertahanan 22 Negara Kunjungi Museum Batam Raja Ali Haji, Perkuat Pengenalan Sejarah dan Budaya Batam di Kancah Internasional

Disbudpar Kota Batam – Museum Batam Raja Ali Haji menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi dalam rangkaian kegiatan Defence Attaché Tour (DAT) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Kunjungan yang berlangsung pada 4 Juni 2026 tersebut diikuti oleh 22 atase pertahanan dari berbagai negara sahabat bersama delegasi Kementerian Pertahanan RI.

Kegiatan ini merupakan agenda penutup setelah para peserta mengikuti sejumlah kunjungan yang menampilkan perkembangan industri pertahanan nasional, khususnya sektor galangan kapal dan industri strategis lainnya yang berkembang di Kota Batam.

Di Museum Batam Raja Ali Haji, para atase pertahanan memperoleh pemaparan mengenai perjalanan sejarah Kota Batam yang disampaikan oleh pemandu museum, Soechi Lestari dan Irene Joane Gabriella. Materi yang disampaikan mencakup sejarah Batam sejak era Kesultanan Riau-Lingga hingga transformasinya menjadi kawasan industri, perdagangan, investasi, dan pelayaran bertaraf internasional.

Para peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan serta mengamati berbagai koleksi yang menggambarkan perkembangan sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Batam. Untuk memperkaya pengalaman budaya para tamu, museum juga menghadirkan pertunjukan musik Melayu yang dibawakan oleh Band Malaykustik.

Kepala Delegasi Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Infanteri Troy Hutagalung, mengatakan bahwa Defence Attaché Tour merupakan program rutin yang bertujuan memperkenalkan kemajuan industri pertahanan Indonesia kepada negara-negara sahabat melalui kunjungan langsung ke berbagai objek strategis.

“Program ini merupakan agenda rutin Kementerian Pertahanan RI. Kami mengundang para atase pertahanan untuk melihat secara langsung perkembangan industri pertahanan Indonesia,” ujar Troy.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Pertahanan RI yang telah memasukkan Museum Batam Raja Ali Haji sebagai salah satu destinasi dalam agenda internasional tersebut. Menurutnya, kunjungan ini menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan sejarah, budaya Melayu, dan perjalanan pembangunan Kota Batam kepada para perwakilan negara sahabat.

“Kunjungan ini memberikan kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Batam kepada masyarakat internasional. Kami berharap para peserta dapat membawa kesan positif dan turut menjadi bagian dari promosi pariwisata serta budaya Batam di tingkat global,” katanya.

Kepala Museum Batam Raja Ali Haji, Senny Thirtywani, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengungkapkan rasa bangganya karena museum menjadi salah satu lokasi yang dipilih dalam rangkaian kegiatan DAT 2026.

“Kami sangat senang menerima kunjungan para atase pertahanan. Semoga melalui kegiatan ini, sejarah Kota Batam semakin dikenal luas oleh masyarakat internasional,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas kunjungan tersebut, Senny Thirtywani menyerahkan cinderamata kepada Kolonel Infanteri Troy Hutagalung sebelum kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama.

Defence Attaché Tour 2026 berlangsung pada 2–4 Juni 2026 dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai negara, di antaranya Rusia, Brunei Darussalam, Prancis, Selandia Baru, Inggris, Kenya, Laos, Pakistan, Jepang, Myanmar, Jerman, Polandia, Uni Emirat Arab, Serbia, Tiongkok, Yordania, Australia, dan Maroko.

Melalui kunjungan ini, Batam tidak hanya diperkenalkan sebagai salah satu pusat industri strategis nasional, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki warisan sejarah dan budaya Melayu yang kaya serta berpotensi menjadi daya tarik bagi masyarakat internasional.