
Disbudpar Kota Batam – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat kapasitas para finalis Duta Wisata Encik & Puan Kota Batam 2026 melalui kegiatan karantina atau training centre yang digelar di Ayola Signature Ocarina Batam, Rabu (06/05/2026).
Dalam pembekalan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, hadir sebagai narasumber dengan materi terkait strategi promosi digital, literasi media, hingga pemahaman terhadap program prioritas pembangunan Kota Batam.
Menurut Rudi, duta wisata saat ini tidak hanya berperan sebagai ikon daerah, tetapi juga harus mampu menjadi komunikator dan agen promosi yang aktif di ruang digital.
“Duta wisata harus mampu memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperkenalkan Batam secara kreatif dan positif. Mereka adalah representasi generasi muda yang menjadi ujung tombak promosi daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa promosi pariwisata modern tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi juga membutuhkan konten digital yang menarik, informatif, dan mampu menjangkau masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara.
Menurutnya, para finalis perlu memahami bagaimana membangun citra positif daerah melalui konten yang menampilkan potensi wisata, budaya, hingga ekonomi kreatif Kota Batam.
“Konten yang dibuat harus mampu memperlihatkan identitas Batam sebagai kota yang modern, kreatif, dan memiliki banyak potensi wisata serta budaya,” katanya.
Selain strategi promosi, para finalis juga dibekali pentingnya etika dan literasi digital agar mampu menjadi pengguna media sosial yang bijak dan bertanggung jawab.
“Duta wisata harus menjadi agen informasi yang kredibel. Jangan sampai ikut menyebarkan informasi yang tidak benar atau menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi juga memperkenalkan 15 program prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra agar para finalis memahami arah pembangunan daerah dan mampu menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat.
Beberapa program prioritas yang diperkenalkan antara lain optimalisasi penyediaan air bersih, penanganan banjir, layanan kesehatan gratis, bantuan bagi UMKM, seragam sekolah gratis, pengembangan transportasi publik, pembangunan pusat seni budaya, pengelolaan sampah ramah lingkungan, hingga pengembangan destinasi MICE dan industri kreatif.
“Duta wisata juga harus memahami program-program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah daerah, sehingga mereka dapat menjadi penyampai informasi yang baik kepada masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan karantina Encik & Puan Batam 2026 menjadi salah satu tahapan penting sebelum malam grand final. Melalui pembekalan ini, para finalis diharapkan mampu menjadi generasi muda yang cerdas, komunikatif, berkarakter, dan siap mendukung promosi pariwisata Kota Batam di tingkat nasional maupun internasional.