Kekayaan Seafood Batam Dikemas Dalam Masakan Melayu Lendot

Disbudpar Batam- Kota Batam terkenal dengan kekayaan hidangan laut atau seafood. Tak heran jika seafood menjadi salah satu item wisata kuliner yang terkenal di Kota Batam.

Atas dasar itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batam terus mempromosikan seafood Batam. Bahkan, promosinya dilakukan hingga ke Pulau Dewata, Bali. Namun, kali ini seafood tersebut dikemas dalam konsep masakan khas Melayu yakni Lendot.

Promosi ini diadakan dalam balutan kegiatan Bali Investment, Trade, and Tourism Expo 2021 (Bali ITT Expo 2021), bertempat di Level 21 Mall, Denpasar, Bali, 25-28 Maret 2021.

Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batam, Edi Sutrisno mengatakan, lendot Batam yang disuguhkan kepada pengunjung adalah hasil olahan chef Hendra dari Batam Tourism Polytechnic (BTP),
“Lendot dimasak langsung oleh Chef Hendra , disuguhkan untuk pengunjung pameran dan diberikan secara gratis,” katanya, Kamis (25/3/2021).

Lendot sangat cocok disajikan sebagai hidangan pembuka (appetizer), menu pembangkit selera sebelum menyantap menu utama. Lanjut dia, Lendot mempunyai cita rasa gurih dan pedas dari lada putih. Kemudian kuahnya bertekstur lendir seperti lem, dan isiannya terdapat sayur dan aneka seafood.

“Lendot ini mudah bahannya, pakai tepung sagu, kemudian bumbu halusnya bawang putih, bawang merah, pakai white pepper, dengan sayur kangkung atau daun paku, kemudian ada potongan udang, dan ikan bilis,” terangnya.

Lanjut Edi, dalam pameran pariwisata tahun 2021 ini, Batam mengangkat tema “Batam Seafood Paradise”. Selain Lendot, kuliner khas Batan lainnya, yakni Sup Ikan Batam, Luti Gendang, Kek Pisang Villa, Rendang Sijago, Keripik Gonggong Melawa serta Kerupuk Udang turut dipromosikan.

Ardi menegaskan, selama berpameran, tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan.

Ketua pelaksana Bali ITT Expo 2021, Mohammad Endra Runy menyebutkan pameran tahun 2021 ini diikuti 20 unit stand yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan harapan pameran ini dapat membangkitkan kembali investasi, perdagangan, dan pariwisata di Indonesia.

“20 unit stand yang ikut dalam Bali ITT Expo 2021. Kali ini ada peserta baru yakni dari Kota Batam, semoga sukses dan lancar promosinya,” katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali (DPMPTSP) Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera membuka resmi pameran. Dalam sambutannya ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Bali ITT Expo 2021. Kegiatan ini sebagai ajang silaturrahmi antar daerah di Indonesia serta saling tukar promosi hasil produk.

“Bisa meningkatkan inovasi, meningkatkan ekonomi, menjalin silaturrahmi, supaya kita bersama-sama menjaga budaya kita,” ucapnya.

Dewa berpesan saat berkunjung ke destinasi wisata di Bali pastikan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Supaya sehat kembali ke daerahnya masing-masing,” pesannya.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Up