Fashion Show Ditengah Sawah sampai Tanam Pohon Mangrove di Hutan Mangrove Pandang Tak Jemu

Disbudpar Batam- 20 Finalis Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam Tahun 2021 berkunjung ke dua destinasi wisata yang dikelola masyarakat atau Community Based Tourism (CBT), yakni Agrowisata Jambu Madu Edu Fam, Sekupang dan Hutan Wisata Mangrove Pandang Tak Jemu, Nongsa, Selasa (23/3/2021). Kunjungan ini merupakan rangkaian dari kegiatan pra karantina 20 finalis duta wisata.

Sebelumnya, para finalis mendapatkan materi public speaking, grooming, dan latihan koreo dari pelatih yang ahli dibidangnya. Kegiatan pra karantina ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, bertempat di Aula Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM), Batam Centre.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Promosi Wisata (PPW) Disbudpar Kota Batam, Ratna Sari menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang diberikan pengelola Agrowisata Jambu Madu Edu fam dan Hutan Wisata Mangrove Pandang Tak Jemu. Pra karantina ini berfungsi untuk membentuk karakter, sikap, berbicara, dan bersosialisasi yang baik dengan masyarakat.

“Terima kasih kepada Pak Sukarjo (Pemilik Agrowisata Jambu Madu Edu Fam) yang telah memberi ruang kepada finalis untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman mulai dari menanam padi sampai menjadi beras dan dimasak menjadi nasi,” katanya.

Ratna menjelaskan Agrowisata Jambu Madu Edu fam dan Hutan Wisata Mangrove Pandang Tak Jemu adalah salah satu dari 40 objek wisata yang dikelola masyarakat atau CBT di Kota Batam. Menurutnya kedua CBT ini sangat cocok sebagai wisata edukasi (field trip) bagi finalis.

“Saya melihat Agrowisata Jambu Madu Edufam sekupang ini sangat cocok dijadikan tempat edukasi, hari ini kita bisa melihat sawah, menangkap ikan di kolam, dan fashion show di tengah sawah,” ucapnya.

Selama berkegiatan panitia tetap menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan enviroment sustainability) yang artinya kebesihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan.

“Selama kegiatan kita tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, mengecek suhu tubuh, dan menjaga jarak,” terangnya.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batam, Edi Sutrisno. Ia menyampaikan kegiatan ini sangat menarik bagi finalis yang terdiri dari milenial Kota Batam. Ia berharap kegiatan ini bermanfaat serta bisa ikut mempromosikan wisata di Batam.

“Berada di agrowisata Jambu Madu Edufam Sekupang seperti kita pulang kampung, makan jambu madu yang segar dan manis, melihat padi yang sebentar lagi panen,” katanya.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengapresiasi kegiatan field trip karena dapat menambah wawasan bagi finalis. Ardi berpesan terus meningkatkan pengetahuan di bidang budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dikatakannya, kegiatan ini sebagai ajang anak muda Batam mendapatkan kunci kesuksesan di masa depan.

“Finalis harus semangat mengikuti kegiatan, jangan melakukan kegiatan di luar aturan panitia,” tegasnya.

Sebagai informasi, 20 finalis merupakan peserta yang lolos saat audisi Pemilihan Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam. Selain Agrowisata Jambu Madu Edufam Sekupang dan Hutan Wisata Mangrove Pandang Tak Jemu, kegiatan lainnya yakni berkunjung ke Museum Batam Raja Ali Haji. Kemudian karantina pada 29-31 Maret di Harris Resort Waterfront dan malam nya ditutup dengan Grand Final di Harris Hotel Batam Centre. (*)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Up