Tarian Legenda Pulau Putri Raih Terbaik II Parade Tari Daerah

Disbudpar- Legenda Pulau Putri, yang dibawakan sanggar Wan Sendari Batam mendapat predikat sebagai penyaji terbaik II dalam Parade Tari Daerah 2019 tingkat Provinsi Kepulauan Riau.

Parade Tari Daerah ini digelar di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Sabtu (27/7) malam.

Selain Wan Sendari, delegasi Batam lainnya, Givo Dancer juga mendapat gelar juara pada ajang yang sama, yakni sebagai penyaji terbaik V untuk penampilannya yang berjudul Legenda Batuampar.

“Alhamdulillah selain dua gelar dari sisi penyajian tari, Batam juga mendapat gelar untuk penata rias terbaik pertama,” tutur Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata.

Parade Tari Daerah ini merupakan agenda tahunan yang digelar bertingkat dari tingkat kota hingga nasional. Pada tingkat nasional, lombanya bertajuk Parade Tari Nusantara.

Parade Tari Daerah 2019 Kepri diikuti 11 sanggar dari enam kabupaten/kota. Hanya Kabupaten Anambas yang tidak mengirimkan perwakilan. Kabupaten Natuna hanya mengirimkan satu kelompok tari sedangkan lima kabupaten/kota lain masing-masingnya bertanding dengan dua grup tari.

Ardi mengatakan, pada Parade Tari Daerah tingkat Kota Batam sebelumnya memang mengangkat tema legenda atau sejarah terbentuknya nama suatu daerah di Batam. Tema ini diangkat sekaligus untuk menggali sejarah kota Batam yang sudah memasuki usia 190 tahun tersebut.

“Dan ini bisa jadi materi promosi wisata kita. Misal nanti ketika ada acara di Pulau Putri, bisa ditampilkan tarian legenda Pulau Putri sehingga bisa memperkaya informasi wisatawan sambil menikmati gerak tari,” terang mantan Kepala Bagian Humas Setdako Batam itu.

Pengembangan tari di Kota Batam, kata Ardi, untuk memenuhi amanat Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2018 tentang Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah. Terdapat 10 objek pemajuan kebudayaan berdasarkan perda tersebut. Yaitu tradisi lisan, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional, dan cagar budaya. “Tari dan musik ini masuk dalam seni,” kata dia.

Ardi mengaku siap apabila gelaran Parade Tari Daerah tahun berikutnya diadakan di Batam. Karena agenda kebudayaan seperti ini sangat diminati wisatawan khususnya mancanegara. Sehingga diharapkan bisa menambah jumlah kunjungan ke Kota Batam di tahun mendatang. (*)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Up