
Disbudpar Kota Batam – Ajang Pemilihan Duta Wisata Encik & Puan Kota Batam 2026 memasuki babak baru setelah proses audisi yang digelar di Mega Mall Batam Centre, Minggu (12/4/2026), berhasil menjaring 20 finalis terbaik dari ratusan peserta.
Kegiatan audisi berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari bakat, wawasan kepariwisataan dan budaya, hingga kemampuan komunikasi.
Dari hasil seleksi tersebut, terpilih 10 finalis kategori Encik dan 10 finalis kategori Puan yang akan melanjutkan perjalanan ke tahap berikutnya, yakni pra karantina, karantina, hingga malam grand final.
Adapun finalis Encik yang berhasil lolos di antaranya Fikri Ismail, Firli Farouq, Willyam Sahut, Alfajar Madani, Sanjit Saputra, Arya Saputra, Raveyan Muhamad, Muhamad Nabil, Harya Gilang, dan Hadrian Ivander. Sementara finalis Puan yang terpilih yakni Sabrina Putri, Chelsea Anisa, Kezia Hirano, Rebecca Teresia, Nayla Balqis, Jo Fanny Chantika, Dina Hulbi Aulia, Charla Ranadhiya, Rameyza Alya, dan Neysa Aurelia.
Proses penjurian dilakukan secara objektif oleh tim juri yang terdiri dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, bersama para praktisi serta alumni duta wisata, seperti Kartika Dewi dan Reza Mardian, serta perwakilan komunitas seni dan komunikasi di Batam.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengapresiasi tingginya partisipasi generasi muda dalam ajang ini. Ia menilai para peserta yang mengikuti seleksi menunjukkan potensi yang sangat baik untuk menjadi representasi pariwisata daerah.
Ia juga menegaskan bahwa para finalis yang terpilih tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga dari kualitas wawasan, sikap, dan kemampuan berkomunikasi.
Ke depan, para finalis akan mengikuti rangkaian pembinaan yang lebih intensif melalui tahap pra karantina dan karantina. Dalam proses ini, mereka akan mendapatkan berbagai materi, mulai dari kepariwisataan, budaya, hingga pengembangan diri dan public speaking.
Ajang ini diharapkan mampu melahirkan duta wisata yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu berperan aktif dalam mempromosikan potensi pariwisata dan budaya Kota Batam ke tingkat yang lebih luas.
Dengan terpilihnya para finalis tersebut, kompetisi menuju malam puncak dipastikan akan berlangsung semakin ketat dan menarik.