DPRD Tanah Datar Gali Kiat Batam Bangkitkan Pariwisata Dimasa Tatanan Kehidupan Baru

Disbudpar Batam- Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat berkunjung ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Selasa (28/7). Kunjungan ini merupakan kunjungan yang pertama di masa tatanan kehidupan baru (new normal).

Dedi Irawan selaku pimpinan rombongan
mengucapkan terima kasih atas sambutan dari Disbudpar Kota Batam. Adapun maksud kunjungannya bersama rombongan ke Batam adalah untuk mengetahui langkah-langkah atau kiat yang dilakukan Disbudpar Batam dalam membangkitkan kembali pariwisata Batam dimasa tatanan kehidupan baru atau new normal.

“Kami ingin menanyakan kebijakan new normal yang diterapkan dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk menggerakkan sektor pariwisata dan juga menggaet wisatawan, karena kita ketahui pandemi Covid-19 melumpuhkan hampir semua sektor termasuk pariwisata,” katanya.

Dijelaskannya, Kabupaten Tanah Datar juga memiliki potensi pariwisata yang menarik, diantaranya wisata alam, kuliner, budaya.

Berharap dari pertemuan ini membawa keuntungan baik antara dua daerah. “Kita berharap kedepan ada kerja sama antara Kota Batam dengan Kabupaten Tanah Datar,” tambahnya.

Rombongan yang berjumlah sepuluh orang tersebut diterima Sekretaris Disbudpar, Koestrini didampingi Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Wisata (PPW).

Sebelumnya, wakil rakyat tersebut terlebih dahulu dipersilahkan untuk melihat Bucu Budaya.
Bucu untuk mengembangakan budaya Melayu yang berada di Dinas yang digawangi Ardiwinata ini menampilkan demo membuat Tudung Manto oleh pegawai Disbudpar. Pada dinding bucu tersebut dihiasi dengan kain berwarna-warni khas Melayu, merah, kuning, dan hijau. Kemudian terdapat lukisan Cogan serta alat musik tradisional Melayu.

“Bucu Budaya adalah pojok atau sudut budaya. Kata Bucu berasal dari bahasa Melayu. Istilah ini kami ambil untuk mengembangkan budaya Melayu, karena Batam sudah punya Peraturan Daerah (Perda) Pemajuan Kebudayaan Melayu,” kata Korstrini.

Koestrini membuka pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Disbudpar tersebut dengan sebait pantun, yang juga diatur dalam Perda Pemajuan Kebudayaan Melayu.

Disampaikan Koestrini, Batam yang merupakan pintu gerbang Indonesia untuk Negara Singapura dan Malaysia sudah pasti sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 ini. Jumlah kunjungan wisatawan khususnya wisatawan manca negara (wisman) yang pada tahun 2019 lalu sebanyak 1.947.943 kunjungan atau sekitar 150 ribu wisman yang berkunjung ke Batam pada setiap bulannya, menjadi turun drastis selama empat bulan ini sejak hadirnya pandemi Covid-19.
“Bulan April 2020 Wisman yang berkunjung ke Batam hanya sebesar 1.133 kunjungan. Jumlah ini menurun 99.26 persen dari jumlah kunjungan Wisman pada bulan April 2019 lalu yang mencapai 154.810 kunjungan. Begitu juga pada bulan Mei 2020, jumlah kunjungan Wisman sebanyak 1.798 kunjungan sedangkan pada bulan yang sama tahun 2019 lalu jumlah kunjungan Wisman kita mencapai 145.447, turun sebesar 98.76 persen,” sebutnya.

Untuk mengairahkan dan agar pariwisata Batam kembali bangkit, pada 15 Juni 2020 lalu seluruh usaha sudah boleh dibuka namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

“Walikota Batam membuat kebijakan semua usaha termasuk sektor pariwisata baik hotel, resort, restoran, tempat hiburan, dan sebagainya sudah boleh dibuka. Sebelumnya mereka diminta untuk membuat surat pernyataan sebagai komitmen siap membuka usahanya dengan menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Adanya strategi ini membawa dampak baik. Kota Batam berangsur-angsur pulih. Beberapa kecamatan di Batam sudah berada dizona hijau.
Saat ini Pemko Batam melalui Disbudpar Kota Batam didukung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tengah bersiap untuk menjadikan Nongsa sebagai percontohan new normal kawasan pariwisata. Kita berharap upaya ini bisa meyakinkan wisatawan untuk kembali datang ke Batam khususnya Ke Kawasan Pariwisata Nongsa.

Selain itu, kiat lainnya adalah dengan membuat inovasi atraksi di masa new normal ini, seperti Busker atau pertunjukan jalanan yang digelar di Dataran Engku Putri, Batam Centre dan Dataran Engku Hamidah, Batam Centre pada setiap akhir pekan. Kemudian Flash Mob oleh Bahana Barelang Drum Corps (BBDC) binaan Disbudpar Kota Batam yang digelar di pusat perbelanjaan Kota Batam.

“Kami juga mensuport stake holder untuk menggagas kegiatan kembali dan memanfaatkan media digital sebagai sarana berpromosi,”

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Up