
Disbudpar Kota Batam – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam bersama sejumlah asosiasi pariwisata menggelar audiensi dan diskusi dengan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Batam guna membahas peningkatan pelayanan keimigrasian bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.
Pertemuan yang berlangsung di kawasan Batam Center tersebut dihadiri sekitar 20 asosiasi pariwisata, di antaranya ASITA, ASPPI, ASTINDO, HPI, Asosiasi Golf, SWARA, hingga Asosiasi Pramuwisata Madani.
Audiensi dipimpin langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, didampingi Kepala Bidang Destinasi Wisata Disbudpar Batam, Harry. Sementara dari pihak Imigrasi hadir Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal, Nanang Rusli, bersama jajaran terkait.
Dalam diskusi tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari kemudahan pelayanan bagi rombongan perjalanan wisata luar negeri, optimalisasi penggunaan Visa on Arrival (VoA) tujuh hari, hingga pelayanan bagi wisatawan golf yang rutin mengikuti turnamen di Batam.
Selain itu, para pelaku pariwisata juga menyampaikan aspirasi terkait antrean pelayanan paspor dan kepadatan di pelabuhan internasional saat musim liburan atau peak season.
Menanggapi hal tersebut, pihak Imigrasi Batam menjelaskan bahwa seluruh konter pelayanan dan fasilitas autogate telah dioptimalkan untuk mengurai kepadatan penumpang, terutama ketika jadwal kedatangan kapal terjadi secara bersamaan.
“Untuk area imigrasi dipastikan tetap mengalir dan terurai. Kendala kepadatan lebih banyak dipengaruhi kapasitas pelabuhan dan waktu kedatangan kapal yang bersamaan,” jelas pihak Imigrasi dalam pertemuan tersebut.
Imigrasi Batam juga menyampaikan telah menghadirkan layanan Immigration Lounge di kawasan Pollux Mall Batam yang menyediakan layanan percepatan paspor dengan proses satu hari selesai.
Sementara itu, Ardiwinata mengapresiasi keterbukaan pihak Imigrasi dalam menerima masukan dari para pelaku industri pariwisata Batam.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Imigrasi Batam yang telah menerima para ketua asosiasi pariwisata untuk berdiskusi bersama. Banyak hal yang dibahas demi mendukung kemajuan pariwisata Kota Batam,” ujarnya.
Ia berharap koordinasi dan komunikasi lintas sektor seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala guna meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang ke Batam.
Sebagai tindak lanjut, pihak Imigrasi juga mengusulkan pembentukan grup komunikasi bersama antara asosiasi pariwisata dan Imigrasi Batam untuk mempermudah penyampaian informasi serta pengaduan terkait layanan keimigrasian.