
Disbudpar Kota Batam – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali menghadirkan ajang internasional Batam International Marching Arts Competition (BIMAC) #2 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–29 November 2026 di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal dan kawasan Lubuk Baja (Nagoya), Batam.
Setelah sukses pada penyelenggaraan perdana, BIMAC tahun ini hadir dengan konsep yang lebih besar dan meriah. Event dua tahunan tersebut akan menghadirkan peserta marching band dan komunitas seni dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Berbagai kategori kompetisi akan dipertandingkan dalam BIMAC #2, mulai dari Brass International, Street Parade, Marching Show, CG Contest, Drum Battle, Brass Battle, hingga Solo International dengan subkategori Brass, Snare, Multitom, dan Colorguard. Selain itu, kategori Melodica National juga akan turut memeriahkan event ini.
Dengan total hadiah mencapai Rp288,5 juta, BIMAC #2 diharapkan mampu menarik perhatian para pelaku marching arts sekaligus wisatawan untuk berkunjung ke Kota Batam.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Batam, A. Miftakhuraziqin, mengatakan bahwa BIMAC bukan sekadar kompetisi seni pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan sport tourism dan promosi pariwisata Batam di tingkat internasional.
“Melalui BIMAC #2, kami menargetkan sekitar 1.000 peserta dari 20 unit atau tim beserta official hadir di Batam. Kehadiran mereka tentu akan memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif seperti UMKM, kuliner, hotel, dan transportasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Batam memiliki potensi besar menjadi destinasi event marching arts di kawasan Asia Tenggara sekaligus memperkuat citra kota sebagai destinasi MICE dan sport tourism menuju Indonesia Emas.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menegaskan bahwa BIMAC merupakan salah satu event unggulan Kota Batam yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Melalui BIMAC #2, kami ingin menunjukkan bahwa Batam mampu menjadi pusat kegiatan seni pertunjukan internasional, khususnya di bidang marching arts,” katanya.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perputaran ekonomi lokal.
“Kami berharap event ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan multiplier effect bagi pelaku usaha di Batam,” tambahnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan BIMAC #2 juga datang dari Anggota DPRD Kota Batam sekaligus Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Batam, Muhammad Yunus. Ia menilai event ini menjadi ajang strategis untuk meningkatkan prestasi seni sekaligus promosi daerah.
“Kami berharap BIMAC 2026 dapat diikuti banyak unit marching band dari dalam maupun luar negeri, termasuk dari Batam dan Kepulauan Riau,” ujarnya.
Sebagai Sekretaris LAM, Muhammad Yunus juga berharap para peserta dan tamu internasional tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi turut mengenal kekayaan budaya dan destinasi wisata Batam.
Dengan dukungan berbagai pihak dan organisasi terkait, BIMAC #2 diproyeksikan menjadi salah satu event marching arts terbesar di tahun 2026 serta semakin memperkuat posisi Batam sebagai kota pariwisata dan ekonomi kreatif yang dinamis di tingkat internasional.