Kenduri Seni Melayu 2026 Kembali Masuk KEN, Batam Siap Sambut Perayaan Budaya Serumpun

Disbudpar Kota Batam – Kota Batam kembali bersiap menjadi tuan rumah salah satu perhelatan budaya terbesar di Kepulauan Riau. Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 akan digelar pada 2 hingga 5 Juli 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, dengan menghadirkan beragam atraksi budaya yang melibatkan seniman lokal, nasional, hingga mancanegara.

Memasuki penyelenggaraan ke-27, Kenduri Seni Melayu kembali mendapat pengakuan sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Pencapaian tersebut semakin memperkuat posisi KSM sebagai salah satu agenda budaya unggulan nasional yang konsisten digelar setiap tahun sejak 1999.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan Kenduri Seni Melayu merupakan upaya berkelanjutan dalam menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan budaya Melayu kepada masyarakat yang lebih luas.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar panggung hiburan, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seniman, budayawan, komunitas, serta masyarakat dalam semangat pelestarian budaya.

“Melalui Kenduri Seni Melayu, kami ingin memperkuat identitas budaya sekaligus menjadikan Batam sebagai salah satu pusat pertemuan budaya Melayu di kawasan regional,” ujarnya.

Mengusung tema “Menyemai Benih Budaya, Memetik Ranggi Peradaban”, KSM 2026 akan menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, permainan rakyat, bazar ekonomi kreatif, kuliner khas Melayu, hingga pembacaan puisi oleh penyair serumpun.

Seluruh rangkaian kegiatan merupakan puncak dari program Jelang Kenduri Seni Melayu yang sebelumnya telah digelar di sejumlah wilayah Kota Batam, seperti Sagulung, Tanjung Uma, dan Sungai Beduk. Penampil terbaik dari berbagai lokasi tersebut akan kembali tampil pada panggung utama KSM 2026.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam sekaligus Produser Pelaksana KSM 2026, Samson Rambah Pasir, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menghadirkan kolaborasi budaya yang lebih luas dengan melibatkan seniman dari berbagai negara serumpun.

Beberapa nama yang dipastikan tampil antara lain maestro seni pertunjukan Indonesia Didik Nini Thowok, seniman Malaysia Roslan Madun, Kris Karmila dari Brunei Darussalam, perwakilan seniman Thailand, serta Yayasan Pelatihan Tari Laksamana Pekanbaru.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman budaya yang lengkap bagi masyarakat dan wisatawan. Tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga mengenal tradisi, kuliner, permainan rakyat, dan produk kreatif yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Melayu,” kata Samson.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Kenduri Seni Melayu juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kehadiran wisatawan domestik maupun mancanegara selama pelaksanaan acara diproyeksikan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, industri kreatif, dan sektor jasa pariwisata.

Dengan dukungan berbagai pihak dan partisipasi masyarakat, Kenduri Seni Melayu 2026 diharapkan kembali menjadi ruang silaturahmi budaya yang mempererat hubungan masyarakat serumpun sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Batam dan Kepulauan Riau kepada dunia.