
Disbudpar Kota Batam – Posisi strategis Kota Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia terus memberikan keuntungan bagi perkembangan sektor pariwisata. Salah satu segmen yang menunjukkan pertumbuhan positif adalah wisata belanja yang kini semakin diminati wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam.
Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus mendorong penguatan wisata belanja sebagai salah satu produk unggulan yang mampu meningkatkan perputaran ekonomi daerah sekaligus memperbesar pengeluaran wisatawan selama berada di Batam.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan bahwa berbagai dinamika ekonomi yang terjadi saat ini menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi wisata regional.
Menurutnya, selain dikenal dengan wisata bahari dan kuliner, Batam juga memiliki keunggulan sebagai pusat belanja yang menawarkan berbagai kebutuhan dengan harga yang kompetitif bagi wisatawan dari negara tetangga.
“Batam memiliki banyak pilihan pusat perbelanjaan, kawasan komersial, hingga sentra UMKM yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Kondisi ini perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan pengeluaran wisatawan yang pada akhirnya memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan pengeluaran wisatawan tidak hanya berasal dari aktivitas belanja, tetapi juga mencakup sektor lain seperti akomodasi, kuliner, transportasi, hiburan, dan berbagai aktivitas wisata lainnya. Karena itu, pemerintah terus mendorong terciptanya pengalaman wisata yang lebih lengkap dan berkualitas.
Berbagai kegiatan pariwisata seperti sport tourism, festival budaya, event internasional, serta pengembangan destinasi wisata terus diperkuat guna meningkatkan lama tinggal wisatawan di Batam. Semakin lama wisatawan berada di kota ini, semakin besar pula kontribusi ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha.
Dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas wisata belanja di Batam menunjukkan tren yang menggembirakan. Sejumlah pusat perbelanjaan dan kawasan usaha ramai dikunjungi wisatawan, terutama dari Singapura dan Malaysia yang memanfaatkan kunjungan mereka untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari maupun produk lainnya.
Fenomena tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi sektor perdagangan dan pariwisata untuk tumbuh secara bersamaan. Selain meningkatkan transaksi ekonomi, kunjungan wisatawan juga memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel, usaha kuliner, jasa transportasi, hingga pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif.
Ardiwinata menyebutkan bahwa berdasarkan informasi dari pelaku industri pariwisata, tren lama tinggal wisatawan di Batam juga mengalami peningkatan. Kondisi ini menjadi indikator positif yang menunjukkan bahwa wisatawan semakin tertarik untuk menikmati berbagai pengalaman yang ditawarkan Batam.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Pemerintah Kota Batam terus berupaya memperkuat infrastruktur, konektivitas, serta menciptakan iklim usaha yang mendukung perkembangan industri pariwisata. Di sisi lain, pelaku usaha diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.
“Batam saat ini semakin dikenal sebagai destinasi yang menawarkan berbagai pilihan aktivitas, mulai dari wisata belanja, kuliner, rekreasi, hingga event internasional. Jika seluruh elemen dapat bersinergi, peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperbesar dampak ekonominya akan semakin terbuka,” kata Ardiwinata.
Dengan potensi pasar yang besar dari negara-negara tetangga dan dukungan berbagai sektor pendukung, wisata belanja di Batam diyakini akan terus berkembang dan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah pada masa mendatang.