Film Perdana Swara Batam Tunjukkan Kebangkitan Perfilman Lokal Kota Industri

Disbudpar Kota Batam – Dunia industri kreatif Kota Batam kembali menorehkan pencapaian melalui peluncuran film layar lebar Sejauh Doa Cahaya Batam, karya perdana komunitas Swara Batam melalui tim Swara Movie Project. Film ini resmi diperkenalkan kepada publik dalam gala premiere yang digelar di Cinepolis Cinemas Mall K-Square, Jumat (13/2/2026).

Peluncuran film tersebut mendapat sambutan hangat dari pelaku seni, komunitas perfilman, serta unsur pemerintah daerah. Kehadiran film ini dinilai sebagai langkah berani sekaligus simbol berkembangnya ekosistem perfilman lokal di Batam.

Disutradarai oleh Alfredo Sihombing, film ini mengangkat kisah kehidupan masyarakat Batam dengan latar budaya lokal, dibalut cerita cinta, konflik keluarga, serta realitas perjuangan para perantau. Tema tersebut dinilai dekat dengan karakter Batam sebagai kota industri multikultural yang dihuni masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Alfredo, yang akrab disapa Bang Edo, mengungkapkan bahwa proyek film ini berawal dari tantangan untuk menghadirkan karya perfilman dari komunitas MC Batam. “Tantangan itu justru memantik semangat kami. Dari situ lahir film ini sebagai bukti bahwa komunitas lokal juga mampu berkarya di industri film,” ujarnya usai pemutaran perdana.

Swara Batam sendiri merupakan organisasi solidaritas pembawa acara yang dilantik oleh Amsakar Achmad pada 18 November 2025. Sejak berdiri, Swara tidak hanya aktif dalam dunia kepemanduan acara, tetapi juga mulai mengembangkan potensi anggotanya di bidang seni peran dan perfilman.

Seluruh pemeran dalam film ini merupakan anggota Swara Batam yang telah melalui proses seleksi. Dua karakter utama, Rio dan Ralin, diperankan oleh MC Ranto dan MC Zaza. Meski menjadi pengalaman pertama mereka dalam film panjang, keduanya dinilai mampu menampilkan akting yang natural dan emosional.

Ketua Umum Swara Batam, Maharani Purba, mengaku bangga atas pencapaian tersebut. “Ini bukan perjalanan mudah, tetapi semangat kebersamaan membuat kami mampu menyelesaikan produksi film ini. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung, termasuk SMA Kartini yang terlibat langsung dalam proses produksi,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, yang hadir mewakili pimpinan daerah. Menurutnya, film merupakan subsektor strategis dalam industri kreatif yang mampu memperkuat citra daerah.

“Melalui film ini, Batam tidak hanya bercerita tentang kisah manusia, tetapi juga memperkenalkan budaya dan potensi pariwisata. Ini bukti bahwa pelaku kreatif lokal mampu naik kelas dan menghasilkan karya berkualitas,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Sebagai bentuk penghargaan, Disbudpar Batam menyerahkan sertifikat apresiasi kepada seluruh tim Swara Movie Project atas kontribusi mereka dalam memajukan industri kreatif daerah. Meski belum ditayangkan secara komersial luas, peluncuran film ini dinilai menjadi tonggak penting bagi perkembangan perfilman lokal di Kota Batam.