Fam Trip Agen Wisata Maladewa Buka Akses Pasar Baru bagi Pariwisata Batam

Disbudpar Kota Batam – Upaya memperluas jangkauan pasar wisata mancanegara terus dilakukan Kota Batam. Salah satunya melalui penyelenggaraan Familiarization Trip (Fam Trip) yang melibatkan 12 agen perjalanan terkemuka asal Maladewa. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada 27–29 Januari 2026, dengan tujuan memperkenalkan Batam sebagai destinasi alternatif unggulan di kawasan Asia Tenggara.

Program Fam Trip ini mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kolombo serta difasilitasi oleh Singapore Airlines. Maskapai tersebut berkomitmen mendukung konektivitas wisatawan Maladewa menuju Batam melalui jalur penerbangan transit Singapura.

General Manager Singapore Airlines Maldives, Mr. Haziq, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan potensi pariwisata Indonesia ke pasar regional. Menurutnya, Batam memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas, fasilitas, dan ragam pengalaman wisata yang relevan dengan kebutuhan wisatawan Maladewa maupun Sri Lanka.

Selama berada di Batam, para peserta Fam Trip diajak merasakan langsung berbagai atraksi unggulan, mulai dari wisata alam, budaya lokal, hingga kuliner halal. Pengalaman langsung ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan agen perjalanan untuk memasarkan Batam sebagai destinasi baru bagi wisatawan internasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Drs. Ardiwinata, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai Fam Trip ini berperan penting dalam membuka pasar wisatawan baru yang selama ini masih didominasi oleh Singapura dan Malaysia. “Ini menjadi peluang besar bagi Batam untuk diversifikasi pasar mancanegara,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, juga digelar business networking antara peserta Fam Trip dan agen perjalanan lokal yang tergabung dalam ASITA. Acara tersebut berlangsung di Batam View Beach and Resort pada 27 Januari 2026, dengan pemaparan potensi Kota Batam serta sajian kuliner khas daerah.

Dukungan turut diberikan oleh berbagai pelaku industri pariwisata, di antaranya Sindo Ferry, Grand I Hotel, serta Saung Budaya Batam, dalam bentuk layanan khusus dan cendera mata bagi peserta.

Pelaksanaan teknis perjalanan ditangani oleh Riztour Indo Wisata sebagai ground handling. Rangkaian perjalanan dirancang agar para agen dapat merasakan langsung keunggulan Batam sebagai destinasi yang nyaman, ramah Muslim, serta kaya akan atraksi budaya dan religi.

Dengan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perwakilan Indonesia di luar negeri, maskapai internasional, dan pelaku industri pariwisata, Batam optimistis dapat menangkap peluang pasar Maladewa, Sri Lanka, serta wisatawan mancanegara lainnya, sekaligus memperkuat posisinya sebagai gerbang pariwisata Kepulauan Riau.