Didik Nini Thowok dan Seniman Serumpun Siap Meriahkan Kenduri Seni Melayu 2026

Disbudpar Kota Batam – Kota Batam kembali bersiap menjadi pusat pertemuan budaya Melayu melalui penyelenggaraan Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 yang akan berlangsung pada 2 hingga 5 Juli 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre. Mengangkat tema “Menyemai Benih Budaya, Memetik Ranggi Peradaban”, kegiatan ini akan menghadirkan beragam pertunjukan seni, tradisi, dan kreativitas budaya dari dalam maupun luar negeri.

Memasuki penyelenggaraan ke-27, Kenduri Seni Melayu telah berkembang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kepulauan Riau yang tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga sarana mempererat hubungan masyarakat Melayu serumpun di kawasan Asia Tenggara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan bahwa Kenduri Seni Melayu merupakan wadah yang mempertemukan seniman, budayawan, komunitas budaya, dan masyarakat dalam semangat menjaga serta mengembangkan warisan budaya Melayu.

Menurutnya, budaya harus terus dihidupkan melalui ruang-ruang kreatif yang melibatkan masyarakat secara langsung sehingga tetap relevan bagi generasi masa kini dan mendatang.

“Melalui Kenduri Seni Melayu, kami ingin menunjukkan bahwa budaya bukan hanya warisan yang dijaga, tetapi juga sumber inspirasi yang terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Tahun ini, KSM menghadirkan sejumlah seniman ternama dari berbagai daerah dan negara serumpun. Salah satu penampilan yang paling dinantikan adalah kehadiran maestro seni pertunjukan Indonesia, Didik Nini Thowok, yang dikenal luas melalui karya-karya tari kreatif dan lintas budaya.

Selain itu, panggung KSM juga akan diramaikan oleh seniman Malaysia Roslan Madun, Kris Karmila dari Brunei Darussalam, perwakilan seniman dari Thailand, serta Yayasan Pelatihan Tari Laksamana Pekanbaru. Kehadiran para seniman tersebut diharapkan semakin memperkaya ragam pertunjukan yang disajikan kepada masyarakat.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam sekaligus Produser Pelaksana KSM 2026, Samson Rambah Pasir, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman budaya yang menyeluruh bagi pengunjung.

Selain pertunjukan seni dan budaya, masyarakat juga dapat menikmati permainan rakyat tradisional, pembacaan puisi oleh penyair serumpun, bazar ekonomi kreatif, pameran produk UMKM, serta beragam sajian kuliner khas Melayu yang akan berlangsung selama empat hari pelaksanaan.

“Kami ingin menghadirkan sebuah perayaan budaya yang tidak hanya dinikmati sebagai tontonan, tetapi juga menjadi ruang interaksi, edukasi, dan apresiasi budaya bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Menurut Samson, Kenduri Seni Melayu kini telah menjadi ikon budaya yang memiliki daya tarik regional dan berkontribusi terhadap pengembangan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif di Batam.

Sebagai salah satu agenda budaya unggulan nasional yang masuk dalam kurasi Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kenduri Seni Melayu diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus memperkuat citra Batam sebagai pusat kebudayaan Melayu yang dinamis dan terbuka bagi dunia.

Melalui semangat kolaborasi lintas budaya dan generasi, Kenduri Seni Melayu 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan serumpun, memperkuat identitas budaya Melayu, serta memperkenalkan kekayaan tradisi Kepulauan Riau kepada khalayak yang lebih luas.